Eco Enzyme


Secara bahasa eco enzyme berarti “enzim ramah lingkungan”.
  • Eco berasal dari kata ecology yang berarti lingkungan.
  • Enzyme berarti enzim, yaitu zat yang membantu mempercepat reaksi biologis.

Secara istilah, eco enzyme adalah cairan organik multifungsi yang dihasilkan melalui proses fermentasi limbah organik, gula, dan air yang menghasilkan berbagai senyawa bermanfaat seperti enzim, alkohol alami, dan asam organik.

Eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur dengan gula serta air dalam waktu tertentu. Cairan ini dikenal sebagai produk ramah lingkungan yang memiliki banyak manfaat untuk rumah tangga, pertanian, dan lingkungan.

Secara harfiah eco enzyme dapat diartikan sebagai:

“Cairan hasil fermentasi alami yang bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan.”

Asal Usul dan Sejarah Eco Enzyme

Eco enzyme pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand yang dikenal sebagai pendiri gerakan pertanian organik Thailand. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah organik rumah tangga dan mengatasi pencemaran lingkungan.

Pada tahun 1997, Dr. Rosukon mendirikan pusat pelatihan pertanian organik di Provinsi Rayong, Thailand. Dari sinilah konsep eco enzyme mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Kemudian eco enzyme dikembangkan dan dipopulerkan lebih luas oleh Dr. Joean Oon dari Malaysia, seorang peneliti naturopati yang aktif mengampanyekan penggunaan eco enzyme untuk kesehatan dan lingkungan. 

Manfaat Eco Enzyme

Beberapa manfaat eco enzyme antara lain:

  1. Mengurangi limbah organik rumah tangga
  2. Mengurangi pencemaran lingkungan
  3. Sebagai pupuk cair organik
  4. Menyuburkan tanaman
  5. Mengurangi bau tidak sedap
  6. Pembersih alami rumah tangga
  7. Membantu pengolahan air limbah
  8. Pengusir hama alami
  9. Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya
  10. Mendukung gaya hidup ramah lingkungan 

Asal Usul dan Sejarah Eco Enzyme

Eco enzyme pertama kali dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand yang dikenal sebagai pendiri gerakan pertanian organik Thailand. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah organik rumah tangga dan mengatasi pencemaran lingkungan.

Pada tahun 1997, Dr. Rosukon mendirikan pusat pelatihan pertanian organik di Provinsi Rayong, Thailand. Dari sinilah konsep eco enzyme mulai diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Kemudian eco enzyme dikembangkan dan dipopulerkan lebih luas oleh Dr. Joean Oon dari Malaysia, seorang peneliti naturopati yang aktif mengampanyekan penggunaan eco enzyme untuk kesehatan dan lingkungan.

Beberapa manfaat eco enzyme antara lain:

  1. Mengurangi limbah organik rumah tangga
  2. Mengurangi pencemaran lingkungan
  3. Sebagai pupuk cair organik
  4. Menyuburkan tanaman
  5. Mengurangi bau tidak sedap
  6. Pembersih alami rumah tangga
  7. Membantu pengolahan air limbah
  8. Pengusir hama alami
  9. Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya
  10. Mendukung gaya hidup ramah lingkungan

Alat dan Bahan Pembuatan Eco Enzyme

Alat

  • Ember atau wadah plastik bertutup
  • Pisau
  • Talenan
  • Botol penyimpanan
  • Saringan
  • Sendok pengaduk

Bahan

  • Kulit buah atau sisa sayuran
  • Gula merah/molase/gula cokelat
  • Air bersih

Perbandingan bahan: 

  • 1 bagian gula
  • 3 bagian limbah organik
  • 10 bagian air

Cara Pembuatan Eco Enzyme

  1. Siapkan wadah plastik bertutup.
  2. Masukkan air bersih ke dalam wadah.
  3. Tambahkan gula merah atau molase.
  4. Masukkan potongan kulit buah dan sayuran.
  5. Aduk hingga tercampur rata.
  6. Tutup wadah rapat tetapi sisakan ruang udara.
  7. Simpan di tempat teduh selama 3 bulan.
  8. Pada minggu pertama, buka tutup wadah setiap hari untuk mengeluarkan gas fermentasi.
  9. Setelah 3 bulan, saring cairannya.
  10. Eco enzyme siap digunakan

Produk yang Dapat Dibuat dari Hasil Fermentasi Eco Enzyme

Beberapa produk yang dapat dibuat dari eco enzyme antara lain:

  1. Pembersih lantai alami
  2. Sabun cuci piring alami
  3. Cairan pembersih kamar mandi
  4. Pupuk cair organik
  5. Pestisida alami
  6. Pengharum ruangan alami
  7. Disinfektan alami
  8. Hand sanitizer alami
  9. Cairan pembersih saluran air
  10. Aktivator kompos 
Catatan: Kegiatan 22 April 2026 "Memecah rekor 1 juta eco enzym DKI Jakarta"
                 Ingub no.5 Tahun 2026 "Memilah Sampah di Sekolah"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengajar Biologi Dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam

Pendekatan Pembelajarn Mendalam (Deep Learning)